Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mencatat sejarah sebagai pejabat pertahanan pertama dalam beberapa dekade yang mendampingi presiden yang sedang menjabat dalam kunjungan resmi ke China. Ini merupakan langkah diplomatik yang jarang terjadi dan menandai pergeseran dari praktik yang telah lama ada, seperti diungkapkan oleh pihak Gedung Putih.
Hegseth terbang bersama Presiden Donald Trump menggunakan pesawat kepresidenan, Air Force One, menuju Beijing pada Selasa sore. Menurut catatan South China Morning Post, ini adalah kunjungan pertama presiden AS ke China dengan didampingi sekertaris pertahanan sejak kunjungan bersejarah Richard Nixon pada tahun 1972.
Kunjungan ini juga menjadi yang pertama bagi Hegseth setelah menjabat sebagai Sekretaris Pertahanan, sekaligus menjadikannya sebagai pejabat pertahanan AS pertama yang berkunjung ke China dalam hampir delapan tahun terakhir. Sebelumnya, para sekretaris pertahanan AS cenderung melakukan kunjungan ke China secara terpisah, tanpa kehadiran presiden.
Langkah ini menunjukkan pentingnya hubungan antara Amerika Serikat dan China, dua kekuatan besar dunia yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas global. Dalam konteks geopolitik saat ini, di mana persaingan antara kedua negara semakin meningkat, kunjungan ini bisa menjadi peluang untuk berdialog dan meredakan ketegangan yang ada.
Dari perspektif Indonesia, hubungan antara AS dan China sangat relevan mengingat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan kedua negara. Kunjungan ini dapat berdampak pada kebijakan luar negeri Indonesia, terutama dalam upaya menjaga keseimbangan antara kedua kekuatan besar tersebut. Selain itu, dinamika hubungan AS-China berpotensi mempengaruhi perekonomian global yang juga berdampak pada Indonesia.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan akan ada perkembangan positif dalam hubungan diplomatik antara AS dan China, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan Asia-Pasifik dan dunia.
