Peluang Pria Belanda Terpapar Hantavirus di Ushuaia Hampir Nol

Hantavirus di Ushuaia, pria Belanda terinfeksi

Peluang seorang pria asal Belanda yang terhubung dengan wabah di kapal pesiar terinfeksi virus tersebut di pelabuhan , Argentina, dinyatakan “hampir nol” oleh seorang pejabat provinsi pada hari Jumat. Juan Petrina, kepala epidemiologi untuk provinsi Tierra del Fuego, yang mencakup Ushuaia, menjelaskan bahwa penilaiannya didasarkan pada periode inkubasi virus, di antara faktor-faktor lainnya.

Pria Belanda tersebut bersama istrinya, yang keduanya meninggal akibat virus, menaiki kapal Hondius di Ushuaia pada tanggal 1 April. Mereka menghabiskan 48 jam di kota itu sebelum berlayar. Petrina mencatat bahwa pria tersebut pertama kali menunjukkan gejala virus lima hari kemudian, tepatnya pada tanggal 6 April saat sedang berada di laut.

β€œJangka waktu tersebut tidak sesuai dengan kemungkinan infeksi di Ushuaia,” kata Petrina.

Sesuai dengan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), periode inkubasi untuk hantavirus berkisar antara satu hingga enam minggu, yang berarti jika pria tersebut terinfeksi di Ushuaia, gejala seharusnya muncul lebih cepat.

Penting untuk dicatat bahwa hantavirus merupakan penyakit yang dapat menular melalui kontak dengan kotoran, air liur, atau urin dari hewan pengerat yang terinfeksi. Kasus-kasus hantavirus di Argentina memang jarang terjadi, namun saat ini kasus yang terkait dengan kapal pesiar ini menarik perhatian, terutama mengingat meningkatnya aktivitas pari di kawasan tersebut.

Relevansi berita ini bagi pembaca Indonesia adalah pentingnya mengetahui risiko kesehatan saat berpergian ke luar negeri, terutama ke daerah yang memiliki riwayat penyakit menular. Mengingat Argentina merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di kalangan wisatawan Indonesia, informasi ini bisa menjadi pertimbangan dalam merencanakan perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *