Mantan Menteri Tantang Keir Starmer Setelah Kekalahan Pemilu

Keir Starmer menghadapi tantangan kepemimpinan di Partai Buruh

Perdana Menteri Inggris, , menghadapi tantangan serius terhadap kepemimpinannya setelah meraih hasil terburuk dalam pemilihan lokal sejak 1995. Mantan menteri, , menyatakan bahwa dia akan mencalonkan diri untuk menggantikan Starmer jika tidak ada anggota kabinet lain yang maju.

Kekalahan telak ini memicu semakin banyak anggota Partai Buruh yang meminta Starmer untuk mengundurkan diri. Dalam upaya untuk memperkuat posisinya, Starmer menunjuk dua tokoh berpengaruh dari partainya, yakni mantan perdana menteri Gordon Brown dan mantan wakil pemimpin Partai Buruh Harriet Harman, sebagai penasihat.

Namun, beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Catherine West menyampaikan kepada BBC Radio bahwa dia ingin kabinet segera merumuskan rencana untuk menggantikan Starmer paling lambat hari Senin, jika tidak ada calon lain yang muncul. “Jika tidak ada kandidat kepemimpinan yang muncul besok, saya akan mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada Senin pagi,” ujarnya dengan tegas.

Seiring dengan terungkapnya dampak dari kekalahan tersebut, lebih dari 20 anggota parlemen, baik secara terbuka maupun tertutup, mendesak Starmer untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya. Ketika ditanya apakah dia akan mundur, Starmer mengatakan kepada media Inggris bahwa itu bukan langkah yang tepat untuk diambil saat ini.

Krisis kepemimpinan yang dihadapi Starmer tidak hanya mempengaruhi dinamika internal Partai Buruh, tetapi juga berpotensi berimplikasi pada secara keseluruhan, terutama menjelang pemilihan umum berikutnya. Di tengah ketidakpuasan yang terus memuncak, tantangan dari dalam partai ini bisa menjadi sinyal bahwa perubahan besar mungkin akan segera terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *