Kehancuran Tatanan Global: Akibat Kebijakan Trump

Tatanan global baru akibat kebijakan Trump dan dampaknya

Tatanan lama telah runtuh, namun kita masih mencari apa yang akan menggantikannya. Seperti yang diungkapkan Henry Kissinger dalam bukunya, World Order, tidak ada yang benar-benar pernah ada. Tindakan tidak terduga dari Presiden AS telah mengubah dinamika global, membuat banyak orang mempertanyakan masa depan tatanan dunia.

Jika tatanan unipolar tidak lagi berjalan, dan Amerika Serikat mulai meninggalkan tatanan multilateral yang dibangun setelah Perang Dunia II, alternatif apa yang dapat muncul? Perdana Menteri Kanada Mark Carney mendorong terbentuknya -negara menengah, yang saya sebut “midi-lateralism”. Konsep ini mengajak negara-negara seperti Kanada, Australia, dan Uni Eropa—yang memiliki kekuatan ekonomi signifikan meski bukan superpower—untuk bersatu mencari jalur otonomi yang lebih mandiri serta menolak tindakan bullying dari kekuatan besar.

Alternatif lain yang mulai muncul adalah “minilateralism”, di mana negara-negara kecil bekerja sama secara diam-diam untuk menjadi lebih mandiri dan meminimalkan gangguan dari kekuatan besar. Dalam konteks ini, keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencerminkan piramida dengan 193 anggota, sebagian besar negara kecil, yang didominasi oleh beberapa kekuatan besar yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan.

Dua kekuatan teratas—Tiongkok dan AS—menyumbang 32,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia berdasarkan paritas daya beli pada tahun 2025. Sementara itu, 16 anggota PBB berikutnya yang memiliki proporsi terbesar PDB dunia, dengan satu-satunya pengecualian India yang menyumbang 8,7 persen, memiliki porsi berkisar antara 3,5 persen hingga 1,3 persen. Ke-16 negara ini menyumbang 40,2 persen dari PDB dunia, meninggalkan 175 negara lainnya yang hanya menyumbang 27 persen dari PDB global.

Perubahan ini menjadi penting bagi Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar dan posisi strategis di Asia Tenggara. Indonesia perlu merespons perubahan ini dengan membangun jaringan kerjasama regional dan internasional yang lebih kuat untuk memastikan kedaulatan dan pengaruhnya dalam tatanan dunia yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *