Transformasi Korea Selatan Dalam Menghormati Pekerja Migran

Dukungan pemakaman pekerja migran di Korea Selatan

Pagi yang tenang di Bandara Internasional Incheon, presiden lembaga pemerintah yang mengelola asuransi kecelakaan industri, Park Jong-kil, berdiri di depan sebuah memorial yang dihiasi bunga dan foto Nguyen Van Tuan. Pekerja asal Vietnam berusia 23 tahun itu meninggal dunia sepuluh hari sebelumnya akibat kecelakaan di jalur konveyor di sebuah pabrik kerikil di Icheon, Provinsi Gyeonggi.

Park Jong-kil membungkuk dalam-dalam, meletakkan bunga serta menempatkan tangannya di bahu teman Tuan yang hadir untuk mengawal jenazahnya pulang. “Bahasa mungkin berbeda, tetapi kesedihannya sama,” ujarnya saat wawancara di kantor lembaganya di Seoul.

Perpisahan di bandara tersebut menandai peluncuran program percontohan pertama di yang memperluas bagi yang telah meninggal. Program ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat diinstitusionalisasi melalui reformasi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pekerja migran di Korea Selatan terus meningkat, dan dengan jumlah tersebut, risiko pun ikut meningkat.

Pemerintah Korea Selatan kini berkomitmen untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pekerja asing, terutama ketika menyangkut aspek kemanusiaan seperti pemakaman. Ini dianggap penting karena banyak pekerja migran yang meninggal di negara tersebut tidak memiliki keluarga atau jaringan sosial yang cukup untuk memberikan dukungan yang layak setelah mereka meninggal dunia. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan dapat memberikan penghormatan yang layak dan dukungan bagi keluarga mereka di negara asal.

Langkah ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk yang telah lama memperjuangkan peningkatan kondisi bagi pekerja migran. Mereka berharap bahwa langkah ini bukan hanya sebatas simbol, tetapi juga dapat berlanjut dengan perbaikan yang lebih luas terkait kesejahteraan pekerja migran di Korea Selatan. Dukungan pemakaman ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain yang juga memiliki banyak pekerja migran, sehingga dapat menciptakan kesadaran akan pentingnya perlakuan yang manusiawi terhadap mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *