Tim nasional voli putra Indonesia memulai putaran kedua SEA V Cup 2026 dengan meraih kemenangan meyakinkan atas Kamboja. Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Rabu malam, 22 Juli 2026, berakhir dengan skor 3-0 untuk Indonesia dengan set 26-24, 25-15, dan 25-17.
Walaupun berhasil meraih kemenangan, pelatih timnas, Reidel Toiran, menilai bahwa performa anak didiknya belum mencapai level optimal. Ia menyatakan bahwa kondisi fisik para pemain belum sepenuhnya pulih setelah mengikuti putaran pertama SEA V Cup yang berlangsung di Filipina. “Ini sebenarnya sesuai dengan rencana kami,” ucap Toiran usai pertandingan.
Pelatih asal Kuba tersebut menjelaskan bahwa kelelahan masih menjadi faktor yang memengaruhi performa Farhan Halim dan rekan-rekannya. Hal ini membuat permainan Indonesia pada set pertama terlihat kurang lepas. “Anak-anak terlihat bermain dengan keraguan. Ada beberapa poin yang gagal, terlambat, atau pukulannya tidak maksimal. Ini semua berhubungan dengan kondisi fisik,” jelasnya.
Toiran menambahkan bahwa pemulihan kebugaran pemain menjadi fokus utama tim selama putaran kedua SEA V Cup ini. Ia menjelaskan bahwa turnamen ini juga dimanfaatkan untuk persiapan menuju Asian Games 2026. “Dari hasil pengamatan kami, hal yang paling perlu diperbaiki adalah kondisi fisik pemain. Saat ini fisik mereka masih jauh dari maksimal. Kami juga sedang mencari komposisi terbaik untuk Asian Games nanti, dan ini menjadi ajang pemanasan yang penting,” tambahnya.
Kemenangan atas Kamboja diraih setelah Indonesia mampu mengatasi perlawanan ketat dari lawan pada set pertama, sebelum kemudian mendominasi dua set berikutnya. Kamboja, yang merupakan juara putaran pertama SEA V Cup 2026, terlihat kesulitan menghadapi serangan-serangan smash dari pemain Indonesia, sementara usaha serangan mereka sering kali dapat dipatahkan.
Kapten timnas Indonesia, Farhan Halim, mengakui bahwa ia dan rekan-rekan satu timnya belum berada dalam kondisi terbaik. Namun, mereka saling berusaha untuk memberikan semangat agar tetap percaya diri. “Ya, mungkin seperti yang disampaikan Coach Toiran, kondisi fisik kami belum maksimal. Namun, kami berusaha terus mendorong kemampuan masing-masing. Syukurlah, kami berhasil meraih hasil yang diinginkan,” tuturnya.
Menurut Farhan, tidak ada perubahan strategi yang signifikan setelah set pertama. Tim Indonesia berusaha bermain lebih lepas sehingga dapat memberikan tekanan lebih besar kepada lawan. “Itu yang membuat permainan kami semakin baik, sehingga bisa unggul cukup jauh pada set kedua dan ketiga,” ujarnya.
Pada putaran kedua SEA V Cup ini, Toiran juga memanggil Luvi Febrian Nugraha untuk mengisi posisi outside hitter menggantikan Doni Haryono yang masih dalam proses pemulihan cedera bahu. Farhan menilai kehadiran Luvi tidak mengganggu kekompakan tim karena mereka sudah cukup sering bermain bersama. “Kami sudah cukup sering bermain bersama, begitu juga dengan pemain-pemain lain. Kami sudah memahami karakter permainan masing-masing,” ungkap Farhan. “Kami tahu kebiasaan satu sama lain di lapangan dan kapan harus mendukung permainan. Jadi, sejauh ini tidak ada masalah. Semuanya berjalan dengan baik,” tutupnya.
